Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Timur

Jawa Timur memiliki 6 (enam) kawasan industri yang telah beroperasi dengan kondisi sebagai berikut: Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) – Surabaya yang dikembangkan pada lahan seluas 245 Ha dan telah termanfaatkan penuh; Sidoarjo Industrial estate Berbek (SIEB)– Sidoarjo yang dikembangkan pada lahan seluas 87 Ha dan telah termanfaatkan penuh; Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) – Kab. Pasuruan yang dikembangkan pada lahan seluas 563 Ha dan telah termanfaatkan 263 Ha; Kawasan Industri Gresik (KIG) – Gresik yang dikembangkan pada lahan seluas 140 Ha dan telah termanfaatkan 115 Ha; Ngoro Industrial Park (NIP) yang dikembangkan pada lahan seluas 450 Ha dan telah termanfaatkan 415 Ha; dan Maspion Industrial Estate (MIE) yang dikembangkan pada lahan seluas 341,5 Ha dan telah termanfaatkan penuh. Jumlah total perusahaan yang berada dalam kawasan industri tersebut adalah sebanyak 683 perusahaan dengan jumlah pekerja total 155.520 orang.

Selain 6 kawasan industri yang telah beroperasi, terdapat 10 (sepuluh) kawasan industri yang direncanakan dikembangkan di Jawa Timur antara lain: Kawasan Industri Ploso – Jombang (± 800 Ha); Kawasan Industri Malang – Malang (± 90 Ha); Kawasan industri Salt Lake Gresik – Gresik (± 285 Ha); Kawasan Agro Industri Gresik – Gresik (± 4.300 Ha); Kawasan Industri Lamongan – Lamongan (± 4.000 Ha); Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) – Gresik (± 2.933 Ha); Wongsorejo Industrial Estate – Banyuwangi (± 1.200 Ha); Kampe Industrial Estate Banyuwangi (KIEB) – Banyuwangi (± 130,64 Ha); Madura Industrial Seaport City (MISI) – Bangkalan (± 10.000 Ha); dan Kawasan Industri Tuban – Tuban (± 300 Ha).